+62542 7212628 admin@hbics.sch.id


Kewirausahaan Sejak Dini
Semua orang tua mempercayakan anak untuk dididik di sekolah dengan harapan agar mereka bisa memiliki penghidupan yang lebih baik. Namun, kita harus menilik lebih jauh, apakah pembelajaran yang sedang dijalani anak-anak kita saat ini benar-benar akan mereka pergunakan di masa depan mereka kelak? Jika tidak, cara apakah yang efektif yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan mereka dengan baik?

Tujuan pendidikan yang sesungguhnya adalah mempersiapkan anak agar dapat menjadi individu mandiri. Faktanya, tidak semua sekolah peduli dengan tantangan zaman yang semakin kompleks bagi generasi muda kita. Dominasi teknologi dalam kehidupan modern saat ini tak terelakkan lagi. Koneksi internet dan akses informasi yang cepat menjadi kebutuhan penting sebagian besar kita saat ini. Banyak sekali profesi yang kita kenal saat ini yang dengan mudah dapat digantikan dengan kehadiran robot canggih, kecerdasan artifisial, dan teknologi internet. Bisa saja kita saat ini sedang “mempersiapkan” mereka untuk pekerjaan yang akan “punah” 20-30 tahun lagi. Jika orang tua dan sekolah tidak waspada, maka generasi milenial / generasi anak-anak kita saat ini tidak dapat menang terhadap tuntutan era digital yang akan mereka hadapi kelak.

Salah satu cara generasi muda kita dapat menghadapi era dominasi digital yang masif tersebut adalah dengan menjadi seorang wirausaha (entrepreneur). Dari asal katanya di bahasa Perancis, kata “entrepreneur” memiliki makna “to undertake” (melakukan / mengambil bagian). Jadi seorang entrepreneur / wirausaha adalah seseorang yang mengambil tindakan nyata untuk mencapai suatu visi melalui sebuah organisasi / usaha yang diciptakannya.
Saat ini, Indonesia telah memiliki sebanyak 3,1 % (sekitar 7,8 juta) wirausaha dari keseluruhan jumlah penduduk (dari yang sebelumnya 1,6% pada tahun 2013). Hal ini patut kita syukuri karena dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya berwirausaha dan dukungan signifikan dari pemerintah, Indonesia mampu mencapai angka minimal prosentase wirausaha yang dibutuhkan agar suatu negara dapat dikatakan sejahtera. Di sisi lain, angka statistik tersebut masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain misalnya Malaysia (5%), China (10%), Singapura (7%), Jepang (11%), dan Amerika Serikat (12%).
Menjadi seorang wirausahawan berbeda dengan menjadi seorang pengusaha / pedagang biasa. Seorang wirausahawan / entrepreneur sejatinya adalah seorang pencipta (creator), penggagas (initiator), penyelesai masalah (problem solver), inovator, dan kontributor. Kelima kualitas di atas tidak dapat dengan mudah digantikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligences) dan oleh karenanya seorang wirausahawan (entrepreneur) perlu memperlengkapi diri dengan kualitas-kualitas karakter yang mumpuni agar ia bisa sukses.

Karakter-karakter yang bisa ditumbuhkan pada seorang anak ketika kita mengajarkan kepada mereka untuk menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) di antaranya kreativitas (kemampuan mengembangkan ide baru untuk produk serta mencari alternatif solusi untuk memecahkan masalah), keuletan (kemampuan untuk bangkit dan belajar dari kegagalan), dan disiplin (terbiasa bekerja dengan target dan mengelola waktu). Selain itu, pendidikan tentang kewirausahaan juga membantu menumbuhkan kecerdasan sosial (bagaimana membangun relasi / networking, bagaimana memberikan pelayanan yang baik bagi orang lain, ) dan membuat anak “melek finansial” di usia lebih dini. Seorang entrepreneur sejati mendedikasikan dirinya bagi kebaikan lingkungan sekitarnya, bukan sekedar mencari untung pribadi.
Jadi, jika kita ingin mengajarkan anak tentang kewirausahaan, yang kita ajarkan bukanlah sekedar bagaimana menghasilkan uang, namun lebih kepada MENTALITAS seorang wirausaha yang penting untuk mereka miliki sebagai modal mereka bisa survive dan mampu bersaing di masa depan. Bersyukurlah jika sejak kecil anak-anak kita sudah mendapat kesempatan untuk “berkenalan” dengan dunia kewirausahaan, diharapkan kesempatan belajar tersebut membuka wawasan mereka mengenai tujuan hidup dan potensi pribadi mereka, dan bagaimana mereka dapat berdaya untuk menjawab tantangan zaman dengan menghasilkan karya yang bermanfaat. Bukankah itu harapan kita semua?

Share This

Share This

Share this post with your friends!

Share This

Share this post with your friends!